Slipping
Kami dulunya teman baik. Kemana-mana selalu berdua, nyasar berdua, beli game berdua, nyontek pun berdua.
Lalu dia tahu aku suka lelaki. Seorang teman yang lain bilang bahwa dia ketakutan denganku. Hanya saja waktu itu aku berusaha ‘menyembuhkan’ diriku. Jadi dia kembali mendekat.
Seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa itu bukan suatu penyakit atau kesalahan. Jadi aku mulai menerima diriku sendiri, mulai berdamai dengan diriku. Bukan berarti aku mengumumkan pada seluruh dunia tentang diriku. Hanya saja, dia tidak mengetahuinya.
Beberapa teman mulai tahu dan bisa menerima. Aku merasakan dorongan untuk jujur, karena dalam kelompok pertemanan itu, dia satu-satunya yang tidak tahu. Terus terang aku sedikit takut ketika akhirnya cerita. Tanggapannya klasik, “Apapun kamu, itu pilihan hidupmu. Aku nggak bisa merubahnya!”
Tapi statusnya di facebook setelah itu masih bernada homophobe. Dia menjauh dan menjaga jarak. Sampai akhirnya dia lepas dari genggaman. Dan, pergilah satu teman baikku.
Entahlah, aku semakin tidak ingin pulang dan menemui satu teman yang berubah menjadi musuh setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
May 25, 2011 at 12:16 pm
if your friend don’t help you, find another friend. it’s their loss, not yours.
May 26, 2011 at 3:52 pm
been there……
June 23, 2011 at 1:25 am
kalo begitu dia membuktikan dirinya bukan teman baik
July 21, 2011 at 8:51 am
hug chris…
January 13, 2012 at 11:09 am
Knock, Knock…
How have you been there, hiding somewhere in the cloud?