Slipping

Kami dulunya teman baik. Kemana-mana selalu berdua, nyasar berdua, beli game berdua, nyontek pun berdua.

Lalu dia tahu aku suka lelaki. Seorang teman yang lain bilang bahwa dia ketakutan denganku. Hanya saja waktu itu aku berusaha ‘menyembuhkan’ diriku. Jadi dia kembali mendekat.

Seiring berjalannya waktu, aku sadar bahwa itu bukan suatu penyakit atau kesalahan. Jadi aku mulai menerima diriku sendiri, mulai berdamai dengan diriku. Bukan berarti aku mengumumkan pada seluruh dunia tentang diriku. Hanya saja, dia tidak mengetahuinya.

Beberapa teman mulai tahu dan bisa menerima. Aku merasakan dorongan untuk jujur, karena dalam kelompok pertemanan itu, dia satu-satunya yang tidak tahu. Terus terang aku sedikit takut ketika akhirnya cerita. Tanggapannya klasik, “Apapun kamu, itu pilihan hidupmu. Aku nggak bisa merubahnya!”

Tapi statusnya di facebook setelah itu masih bernada homophobe. Dia menjauh dan menjaga jarak. Sampai akhirnya dia lepas dari genggaman. Dan, pergilah satu teman baikku.

Entahlah, aku semakin tidak ingin pulang dan menemui satu teman yang berubah menjadi musuh setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Advertisement

5 Responses to “Slipping”

  1. arhcamt Says:

    if your friend don’t help you, find another friend. it’s their loss, not yours. :P

  2. been there……

  3. kalo begitu dia membuktikan dirinya bukan teman baik

  4. hug chris…

  5. Knock, Knock…

    How have you been there, hiding somewhere in the cloud? :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.