Proses

Ada anak debat baru, benar-benar baru. Aku sama sekali belum pernah ketemu. Tapi dia kontak lewat facebook karena diberi tahu senior-senior bahwa aku dulu dosen pengampu debat. Grrrrrrrh! Siyal! Saya kan sudah mau pensiun aja dari dunia perdebatan ituuuuu!

Nah, pas suatu kali, dia nanya, apakah aku kenal sama Cae, kok dia bisa ada di friend list di facebook-ku. Aduh, gimana nggak kenal dong? Cae kan emang sudah jadi teman sejak jaman SD, sudah jadi berasa kaya saudara sendiri. Eh, ternyata daku diajak bergosip sama dia bahwa si Cae itu gay. Ya ollo, orang buta juga tau kale. Lagian, Cae kan emang sudah open.

Tapi, si anak baru ini ternyata prejudicenya sama kaum LGBT itu sangat besar. Dan begitu tahu kalau aku kenal sudah lama, pertanyaannya adalah, “Berarti mas tahu dong prosesnya mas Cae jadi gay?”

Proses jadi gay? Aduhduhduhduh!! Anak ini pikirannya kemana aja yaa? Waktu aku terangin kalau itu bukan proses, dia malah nuduh aku akan kembali ke Indonesia dengan orientasi seksual yang berbeda karena “ketularan” oleh teman-temanku disini.

Ya elah! Jadi ingat cerita percakapan dua orang straight dan gay.

Straight : “Tell me when did you choose to be gay!”

Gay : “The same way you chose to be straight!”

(Gw nulis apaan sih ini??)

 

7 Responses to “Proses”

  1. Iya, saya bingung juga kalo ditanya sejak kapan jadi gay?
    lalu saya hanya mencoba menjawab dengan “moment itu tak pernah datang, aku hanya ada”
    tapi tak salah pula dia bertanya seperti itu, sejak kapan?
    setelah beberapa waktu menyusuri kehidupan, saya bersentuhan dengan orang2 yang baru sekedar mencicipi lalu in the end ketagihan akan anggur terlarang.
    saat bibir mereka menyentuh gelas itu lah… itu momen mereka.

  2. Lucu juga kalo ada orang nanya ke tta ya…
    “Ceritain donk prosesnya kamu bisa suka cowok gimana?”
    –bakalan ngejorokin diri ke jurang kali, hehehe

    Mungkin lebih tepat kalo ditanya “Kapan sadarnya kalo kamu gay?”
    –kalo bener2 ada strangers nanya kayak gini, bakal bingung sendiri juga ngejawabnya :p

  3. Asiikkk,,,, i could exoect some stories about a tanned chubby curly foreign studunt falling in love with cute skinny white boy. I am waiting..

  4. I think that returning question is very very appropriate. Heheheheh…

  5. Anak debat yah…? Ajak debat aja sekalian soal ini. Sekalian ngajarin, sekalian ngasih pandangan baru, dengan argumentasi yang lain mengenai LGBT. Kalau nuduh2… bilang aja itu “argumentatum ad hominem” dan menyalahi aturan debat. Bwek!

  6. “the same way you chose to be straight” … love this! :)

  7. nobody can choose the fate they want live with(wheeewww keenakan donk brow ), it has been choosen,
    its just how u take it to be, we are human in our own way , as along as you have faith in, so keep faighting , ganbaate ne !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ok, ^.^
    regard from someone in other space of the world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.