Two Months
Tir,
Karena perbedaan jam, aku lupa kalau sudah tanggal 18 disana. Aku nggak tahu, apakah kamu ingat ada apa di tanggal 18. Tapi yang pasti, tanggal 18 selalu menjadi hari yang spesial buatku.
Dua bulan yang lalu, persis tanggal 18 Agustus, setelah maghrib. Itu saat paling indah yang pernah kualami. Akhirnya aku punya seseorang untuk menambatkan hati. Akhirnya ada tempat beristirahat setelah terbang tanpa henti.
Dari yang tadinya aku nggak percaya dengan LDR dan menolak orang-orang yang mendekatiku, kamu satu-satunya yang bisa membuatku percaya. Dari semuanya, kamu yang bisa meyakinkanku.
Pada masa awal, aku masih tidak bisa percaya kalau aku punya kamu. Kalau aku punya seseorang yang bisa kusebut pacar. Terasa terlalu indah untuk jadi kenyataan, tapi memang begitulah adanya.
Dan inilah long distance relationship itu. Dua bulan sudah hubungan ini berjalan, dan aku justru ada di tempat yang jauh. Aku kangen kamu, bin.
Aku kangen pelukanmu yang bisa menenangkan emosiku. Aku kangen memenuhi lenganku dengan keberadaanmu. Aku kangen makan bareng dan mencermati wajahmu dengan raut muka polos dan lucu itu.
Sekarang, aku cuma bisa memandangi cincin di jari manis ini. Cincin bertulis namamu.
Dua bulan bukan waktu yang lama, dan aku berharap kita bisa menjalani bulan-bulan selanjutnya. Tidak hanya bulan, aku berharap kita bisa menjalani tahun-tahun bersama.
Happy two months anniversary, dear star! I love you!
October 19, 2010 at 11:58 am
*envy*
October 25, 2010 at 2:22 am
huwaaaa…
*envy juga*