Cincin
Cukup mengejutkan mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh sebuah cincin.
Yayank emang orang yang terlalu cuek. Kadang dia bisa tidak memberi kabar sama sekali, hingga membuatku sempat panas tinggi. (Mungkin terdengar lebay, tapi emang ini kejadian nyata) Well, dengan pola komunikasi seperti itu, tentu saja aku khawatir dengan komunikasi kami di masa depan. Apalagi jarak akan memisahkan kami berdua. Tentu akan susah menjaga perasaan antar negara.
Tapi semalam, kami memutuskan untuk membeli sepasang cincin. Tadinya sih mau beli barang kecil yang kembar, tapi karena susah mencari barang-barang lucu di Yogya, kami sempat putus asa. Sampai pada akhirnya, kami berdua sepakat membeli cincin itu.
Pagi ini, pada kencan terakhir kami, ia memberikan cincinku. Seketika itu juga kukenakan di jariku. Entah karena apa, rasanya pada saat itu, semua kekhawatiranku hilang. Cincin itu menjadi semacam pengikat bagi kami, atau setidaknya menjadi sesuatu yang bisa meyakinkanku bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik.
Mungkin beberapa orang akan berkata bahwa terlalu cepat bagi kami untuk saling bertukar cincin, tapi rasanya ini memang dibutuhkan. Aku mencoba meyakini ikatan kami ini, ikatan yang dilambangkan dengan sepasang cincin bergrafir nama kami….
