Bukan, judulnya bukan terinspirasi dari bukunya Fa!!!!!!!!!!!! (Sebenernya itu judul gw tulis terakhir dan begitu jadi, loh? kok jadi mirip judul bukunya Fa???)
Beberapa hari yang lalu, seperti biasanya menjalankan tugas keluar kota mingguan dari kantor. Diminta membantu mengajar di sebuah SMA berasrama yang cukup terkenal di daerah Muntilan, Jawa Tengah. Programnya sih, program peningkatan prestasi siswa dalam olimpiade ilmu pengetahuan dan debat bahasa Inggris. Humm, kayanya ketauan deh, aku mengajar yang mana.
Nah, kali itu, aku sudah sangat bingung memilih motion debat yang akan dipakai. Dalam kebingungan dan ketidaksiapan (karena malam sebelumnya malah sibuk bermain PS 2.. Wkwkwkwkwkwkwk!), akhirnya muncullah sebuah motion secara spontan, This House Would Support Same-Sex Marriage.
Dasarnya anak-anak SMA yang masih polos dan naif, mereka langsung
memasang muka jijik dan berebutan masuk ke tim negatif. Nah, ironisnya lagi, gays, 4 dari 6 siswa di situ membunyikan gaydarku dengan sangat kuat. Sejak awal ketemu dengan mereka, sebuah suara keras di dalam kepalaku sudah menjerit-jerit, “Cong! Cong! Cong!” Kemeja yang kancingnya dibuka banyak sampai pamer dada, dengan kalung kayu, plus gerakan-gerakan gemulai ditambah dengan bibir monyong dan suara halus. Ya ampun, super ngondek deh!
Belum cukup sampai di situ lagi, argumen-argumen yang mereka berikan itu benar-benar mengocok perut. Mereka memberikan argumen dari sesuatu yang bahkan tidak mereka (coba) pahami.
Bayangkan, alasan melegalisasi pernikahan sesama jenis adalah mengurangi pertumbuhan penduduk. Hanya karena banyak pasangan heterosexual yang tidak menginginkan anak ketika menikah, maka lebih baik apabila mereka “dipaksa” menikahi sesama jenisnya. Sehingga dari pernikahan itu tidak akan membuahkan seorang anak pun. Ini dianggap lebih efektif daripada penggunaan kondom yang sering bocor itu. GUBRAK!!!!!! Kayanya yang gay kepengen jadi straight, ini ada program membuat orang2 straight jadi gay. Sumpah, aku menahan ketawa beneran waktu denger ini…………..
Yang aneh lagi adalah pandangan dari tim negatif. Alasan kenapa mereka tidak melegalkan pernikahan sejenis adalah penyebaran penyakit kelamin. Menurut mereka, dua lelaki sehat yang berhubungan sesama jenis akan tiba-tiba menderita Gonorhea, HIV, atau Syphilis. Ya ampun, mereka pikir penyakit itu bisa tercipta begitu saja???
Sumpah, sudah argumennya lucu dan menggelikan, hampir semuanya datang dari “cong-cong-yang-sudah-cong-banget-tapi-belum-meletek” Huahahahahahahahaha! Haduh, ngakak abis deh. Sampai-sampai di kertas yang kupakai untuk menulis evaluasi ke mereka (yang untungnya kusimpan sendiri), ada banyak tulisan gede CONG dan DENIAL!!!!!!!
Setelah Cae datang terlambat dan selesai menyantap makanannya (sementara kami sudah menyelesaikan porsi kedua), diskusi bertambah seru karena Git masih terpana dengan perubahan Cae yang tadinya seorang anak culun menjadi seorang yang sangat metrosexual. Entah kenapa, masih belum ada momen yang terasa sangat pas untuk mengatakan hal itu. Cing tidak mau memulai, sementara kami butuh starter.
Dan di dalam club, terjadilah hal-hal yang sudah diramalkan teman-teman di Yogya. Tidak bisa bergoyang dengan luwes!! Benar-benar goyang kaki gajah!!!! Selama mengikuti musik, yang bisa bergerak dengan luwes hanya kaki, sedangkan gerakan tangan tidak bisa seliar orang lain. Yang ada di pikiran waktu itu, “Aduh, kenapa jadi senam Sajojo yah??????? Ato poco-poco????”
Ternyata, Pak Ald ditahan Polisi dari sejak Sabtu dini hari karena dia menggunakan kartu kredit orang lain. Carder!
Salah satu stand yang cukup menarik adalah palm reading dan baca aura. Konon katanya memang ada satu murid yang punya bakat “cenayang”. Iseng-iseng aku coba. Toh, hanya bayar 3000 perak. Eh, ternyata harus mengantri satu orang. Kuperhatikan saja cara dia membaca. Pede juga, dia berani meramal kapan seseorang akan menikah. “Mbaknya akan menikah pada umur 27 – 28 tahun!”